Korban Tenggelam di Muara Sungai Telake Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa di Perairan Adang Bay
- calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
- print Cetak

Foto: Tim gabung yang berhasil menemukan korban tenggelam di Muara Sungai Telake (Jay/Kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, Kaltimupdatenews.com-Upaya pencarian terhadap korban tenggelam di muara Sungai Telake, Desa Maruat, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hari dinyatakan hilang, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di perairan Adang Bay, Rabu (4/3/2026).
Korban diketahui bernama Puji alias Dgai (50), warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Jenazah ditemukan sekitar 10,18 mil laut dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo melalui Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasatpolairud) Polres Paser, AKP Andi Ferial, mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan jenazah sekitar pukul 10.00 Wita dari petugas UPP Kelas II Tana Paser.
“Call Center Satpolairud menerima informasi adanya jenazah mengapung di perairan Adang Bay pada koordinat 01°44’152” S – 116°37’426” E. Lokasi tersebut berjarak kurang lebih 10,18 mil laut dari titik awal korban dilaporkan tenggelam,” ujar AKP Andi Ferial saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Penemuan awal dilaporkan oleh kru kapal FC Mitra Pacific yang sedang melintas di sekitar lokasi. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satpolairud Polres Paser bersama unsur SAR gabungan segera bergerak menuju titik koordinat menggunakan armada yang tersedia.
Tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi terdiri dari TNI AL, UPP Kelas II Tana Paser, Polsek Long Kali, Koramil, Basarnas, BPBD, Damkar, tim PT Kideco Jaya Agung, PT. Contrans Asia serta dibantu masyarakat setempat. Koordinasi dilakukan secara intensif untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman.
Sekitar pukul 13.25 Wita, tim berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah menggunakan speed boat Sera Bravo. Proses evakuasi selesai pada pukul 14.40 Wita. Selanjutnya jenazah dibawa menuju Desa Maruat untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
AKP Andi Ferial menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu korban menaiki perahu ketinting bersama seorang saksi di perairan muara Sungai Telake. Namun, cuaca kurang bersahabat dengan ombak yang cukup kencang menyebabkan perahu yang mereka tumpangi tenggelam.
“Saksi sempat berusaha menyelamatkan diri. Korban diduga dalam kondisi lemas saat berenang dan tidak menggunakan alat keselamatan seperti pelampung,” jelasnya.
Setelah menerima laporan awal hilangnya korban, tim gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga menyisir perairan yang lebih luas. Faktor arus laut dan pasang surut diduga menyebabkan korban terbawa hingga ke perairan Adang Bay.
Pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan melanjutkan proses hukum. Selain itu, keluarga juga menolak dilakukan pemeriksaan medis atau autopsi terhadap jenazah. AKP Andi Ferial mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di perairan, agar selalu memperhatikan faktor keselamatan.
“Kami mengingatkan kepada masyarakat yang menggunakan transportasi air agar selalu menggunakan alat keselamatan seperti pelampung dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar guna menghindari kejadian serupa,” tegasnya.(Jay)
Foto: Tim gabung yang berhasil menemukan korban tenggelam di Muara Sungai Telake (Jay/Kaltimupdatenews)
Korban Tenggelam di Muara Sungai Telake Ditemukan Mengapung Tak Bernyawa di Perairan Adang Bay
TANA PASER, Kaltimupdatenews.com-Upaya pencarian terhadap korban tenggelam di muara Sungai Telake, Desa Maruat, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, akhirnya membuahkan hasil. Setelah dua hari dinyatakan hilang, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia mengapung di perairan Adang Bay, Rabu (4/3/2026).

Korban diketahui bernama Puji alias Dgai (50), warga Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Jenazah ditemukan sekitar 10,18 mil laut dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.
Kapolres Paser AKBP Novy Adi Wibowo melalui Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Kasatpolairud) Polres Paser, AKP Andi Ferial, mengatakan pihaknya menerima laporan penemuan jenazah sekitar pukul 10.00 Wita dari petugas UPP Kelas II Tana Paser.
“Call Center Satpolairud menerima informasi adanya jenazah mengapung di perairan Adang Bay pada koordinat 01°44’152” S – 116°37’426” E. Lokasi tersebut berjarak kurang lebih 10,18 mil laut dari titik awal korban dilaporkan tenggelam,” ujar AKP Andi Ferial saat dikonfirmasi, Rabu (4/3/2026).
Penemuan awal dilaporkan oleh kru kapal FC Mitra Pacific yang sedang melintas di sekitar lokasi. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Satpolairud Polres Paser bersama unsur SAR gabungan segera bergerak menuju titik koordinat menggunakan armada yang tersedia.
Tim gabungan yang terlibat dalam proses pencarian dan evakuasi terdiri dari TNI AL, UPP Kelas II Tana Paser, Polsek Long Kali, Koramil, Basarnas, BPBD, Damkar, tim PT Kideco Jaya Agung, PT. Contrans Asia serta dibantu masyarakat setempat. Koordinasi dilakukan secara intensif untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman.
Sekitar pukul 13.25 Wita, tim berhasil menemukan dan mengevakuasi jenazah menggunakan speed boat Sera Bravo. Proses evakuasi selesai pada pukul 14.40 Wita. Selanjutnya jenazah dibawa menuju Desa Maruat untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
AKP Andi Ferial menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, peristiwa nahas tersebut terjadi pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu korban menaiki perahu ketinting bersama seorang saksi di perairan muara Sungai Telake. Namun, cuaca kurang bersahabat dengan ombak yang cukup kencang menyebabkan perahu yang mereka tumpangi tenggelam.
“Saksi sempat berusaha menyelamatkan diri. Korban diduga dalam kondisi lemas saat berenang dan tidak menggunakan alat keselamatan seperti pelampung,” jelasnya.
Setelah menerima laporan awal hilangnya korban, tim gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian hingga menyisir perairan yang lebih luas. Faktor arus laut dan pasang surut diduga menyebabkan korban terbawa hingga ke perairan Adang Bay.
Pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak akan melanjutkan proses hukum. Selain itu, keluarga juga menolak dilakukan pemeriksaan medis atau autopsi terhadap jenazah. AKP Andi Ferial mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di perairan, agar selalu memperhatikan faktor keselamatan.
“Kami mengingatkan kepada masyarakat yang menggunakan transportasi air agar selalu menggunakan alat keselamatan seperti pelampung dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar guna menghindari kejadian serupa,” tegasnya.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar