Kaltim Prioritaskan Renovasi RTLH, Siapkan Industri Genteng Lokal
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- print Cetak

Foto : Dukung program gentengisasi Presiden, Kaltim Prioritaskan Renovasi RTLH, Siapkan Industri Genteng Lokal
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM, kaltimupdatenews.com-Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mengakselerasi program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai tindak lanjut kebijakan nasional perumahan rakyat yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah penggantian atap seng menjadi genteng pada rumah warga.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan, pemerintah daerah berkewajiban menerjemahkan instruksi presiden ke dalam program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Karena itu, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) telah diminta melakukan pendataan menyeluruh di lapangan.
“Kami sudah instruksikan untuk melakukan pendataan dan verifikasi rumah-rumah yang masih menggunakan atap seng. Program ini harus tepat sasaran,” kata Seno di Samarinda, Rabu (11/2/2026).
Ia menjelaskan, secara umum jumlah rumah beratap seng di Kaltim tidak terlalu besar dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia. Namun, validasi data tetap menjadi langkah awal yang penting sebelum program dijalankan.
“Walaupun jumlahnya relatif sedikit, kita tetap harus memastikan datanya akurat. Jangan sampai ada yang berhak justru terlewat,” ujarnya.
Selain aspek peningkatan kualitas hunian, Pemprov Kaltim juga menyiapkan strategi agar program tersebut memberi dampak ekonomi bagi daerah. Kebutuhan genteng dalam jumlah signifikan dinilai dapat menjadi peluang untuk menggerakkan sektor industri kecil dan menengah.
Pemprov berencana mendorong pembentukan industri genteng lokal yang dikelola Koperasi Merah Putih. Skema ini diharapkan mampu menjaga perputaran anggaran tetap berada di dalam daerah sekaligus membuka lapangan kerja baru.
“Kalau kebutuhan materialnya besar, mengapa tidak kita produksi sendiri? Industrinya bisa dikelola koperasi agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” terang Seno.
Menurut dia, pelibatan koperasi menjadi bagian dari komitmen Pemprov Kaltim dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan model tersebut, program bantuan perumahan tidak hanya berdampak pada perbaikan fisik rumah, tetapi juga memicu efek berganda terhadap perekonomian lokal.
Pemprov menargetkan pelaksanaan program dapat dimulai setelah laporan hasil pendataan rampung dan petunjuk teknis dari pemerintah pusat diterima.
“Pemerintah daerah optimistis langkah ini akan meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas di Kaltim,” harapnya. (*rbn)
- Penulis: Fendialvaro



Saat ini belum ada komentar