Paser Susun Arah Pembangunan 2027, Bupati Fahmi Fadli Tekankan Infrastruktur Merata dan Perencanaan Partisipatif
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- print Cetak

Foto: Bupati Paser dr. Fahmi Fadli saat membuka RKPD 2027 serta Musrembang RKPD Kabupaten (rbn/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com- Pemerintah Kabupaten Paser mulai menyusun arah pembangunan daerah tahun 2027 melalui Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Kabupaten Paser Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten di pendopo Lou Bepekat,Senin (9/2/2026). Kegiatan tersebut secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Paser dr. Fahmi Fadli.
Forum ini menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk menjaring aspirasi masyarakat sekaligus menyelaraskan kebijakan pembangunan dari tingkat desa hingga kabupaten. Hadir dalam kegiatan tersebut unsur perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa, serta perwakilan masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.
Bupati Fahmi Fadli menegaskan bahwa proses penyusunan RKPD tidak boleh dilakukan secara seremonial, melainkan harus berbasis kebutuhan riil masyarakat dan berlandaskan regulasi nasional. Ia mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional telah mengamanatkan penggunaan lima pendekatan perencanaan pembangunan.
“Pendekatan partisipatif dan bottom up menjadi kunci agar perencanaan yang kita susun benar-benar menjawab permasalahan di lapangan. Karena itu, Forum Konsultasi Publik dan Musrenbang kecamatan memiliki peran yang sangat penting,” kata Fahmi di sela-sela kegiatan.
Bupati menjelaskan, RKPD Kabupaten Paser Tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan visi pembangunan daerah Paser TUNTAS yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Paser 2025–2029.Pada tahun tersebut, pemerintah daerah menetapkan tema utama pembangunan, yakni pemenuhan infrastruktur yang andal dan merata guna pengembangan kawasan perkotaan, perdesaan, serta kawasan strategis.
Menurut Fahmi, infrastruktur masih menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah perdesaan. Oleh karena itu, fokus pembangunan tahun 2027 diarahkan pada lima prioritas utama.
“Mulai dari pemenuhan infrastruktur dasar sampai ke perdesaan, pembangunan infrastruktur sebagai pengungkit ekonomi lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan perdesaan, penguatan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel, hingga penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fahmi juga memberikan penekanan khusus kepada Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) agar mampu mengoordinasikan penyusunan RKPD melalui seluruh pendekatan perencanaan yang telah ditetapkan, serta memastikan dokumen RKPD benar-benar selaras dengan tema dan fokus pembangunan tahun 2027.
Selain itu, ia meminta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) untuk secara cermat menghitung kapasitas fiskal daerah. Menurutnya, kebijakan transfer keuangan dari pemerintah pusat harus diselaraskan dengan prioritas pembangunan daerah agar penggunaan anggaran lebih efisien dan tepat sasaran.

“Kita harus memastikan setiap rupiah anggaran daerah benar-benar mendukung pencapaian tujuan pembangunan yang telah ditetapkan dalam RKPD,” tegasnya.
Kepada seluruh kepala perangkat daerah, Bupati Fahmi mengingatkan agar penyusunan Rencana Kerja (Renja) tidak lagi bersifat administratif semata. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi praktik penyalinan program dari tahun sebelumnya tanpa evaluasi yang mendalam.
“Tidak boleh ada program, kegiatan, dan subkegiatan yang tidak mendukung tema dan fokus pembangunan. Pola penganggaran juga harus berubah, dari money follow function menjadi *money follow program,” ujarnya.
Sementara itu, kepada lurah dan kepala desa yang mengikuti Musrenbang kecamatan, Fahmi menyampaikan apresiasi atas komitmen dan partisipasi aktif dalam seluruh tahapan perencanaan pembangunan, mulai dari Musrenbang desa hingga kecamatan.
Ia berharap usulan yang disampaikan merupakan hasil kesepakatan masyarakat dan sejalan dengan prioritas pembangunan daerah dalam rangka menyukseskan visi Paser TUNTAS, yakni Tangguh, Unggul, Transformatif, Adil, dan Sejahtera.
Bupati Fahmi Fadli berharap seluruh rangkaian forum dan musyawarah ini mampu menghasilkan perencanaan pembangunan yang berkualitas, realistis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi Kabupaten Paser, khususnya dalam menghadirkan infrastruktur yang andal dan merata untuk mendukung pengembangan kawasan perkotaan, perdesaan, dan kawasan strategis,” harapnya.(rbn)
- Penulis: Fendialvaro



Saat ini belum ada komentar