BPS: Industri Baru dan Investasi Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kaltim 2025
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- print Cetak

Foto : Kepala BPS Kaltim Mas'ud Rifai saat menyampaikan rilis secara daring (tangkap layar/rbn/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KALTIM, kaltimupdatenews.com – Perekonomian Kalimantan Timur sepanjang 2025 tetap tumbuh di tengah perlambatan sejumlah sektor utama. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat ekonomi daerah ini tumbuh 4,53 persen, ditopang meningkatnya produksi industri, masuknya investasi, serta berlanjutnya pembangunan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menyebutkan, pertumbuhan tersebut tidak lepas dari meningkatnya aktivitas industri pengolahan. Produksi Pupuk Kaltim, misalnya, mencapai 6,67 juta ton atau naik sekitar 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kontribusi industri juga diperkuat dengan mulai beroperasinya smelter nikel, industri pengolahan kelapa sawit, dan industri bahan kimia,” ujar Mas’ud, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, keberlanjutan proyek strategis nasional Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan Lawe-Lawe yang telah rampung turut memperkuat kinerja ekonomi regional. Di sisi lain, realisasi penanaman modal asing dan dalam negeri secara kumulatif meningkat 15 persen, seiring masifnya pembangunan infrastruktur di kawasan IKN.
Aktivitas pembangunan tersebut mencakup pembangunan jalan tol, bandara VVIP, istana wakil presiden, masjid negara, hingga kawasan legislatif dan yudikatif, yang berdampak langsung terhadap pergerakan ekonomi daerah.
Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan paling tinggi dengan andil 13,03 persen. Pertumbuhan ini didorong meningkatnya kegiatan usaha kuliner, penyelenggaraan berbagai agenda pariwisata dan festival, serta pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di sembilan kabupaten/kota.
Struktur ekonomi Kaltim masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian dengan kontribusi 34,18 persen, disusul industri pengolahan 20 persen dan konstruksi 11,58 persen. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyumbang 9,58 persen, sementara perdagangan berkontribusi 7,62 persen.
Namun demikian, tidak seluruh sektor mencatat kinerja positif. BPS mencatat sektor pertambangan dan penggalian mengalami kontraksi sebesar 0,11 persen, sedangkan sektor konstruksi terkontraksi 0,17 persen.
“Meski demikian, pertumbuhan sektor industri pengolahan, pertanian, serta perdagangan menjadi penopang utama ekonomi Kaltim sepanjang 2025,” kata Mas’ud.(*rbn)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar