Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » Paser » Nilai Investasi Bisa Triliunan, Izin Jalan Tambang dan Pelabuhan Belum Jelas

Nilai Investasi Bisa Triliunan, Izin Jalan Tambang dan Pelabuhan Belum Jelas

  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Aktivitas investasi berskala besar mulai menggeliat di Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser. Namun, geliat pembangunan tersebut belum sepenuhnya diikuti kejelasan informasi mengenai perizinan, terutama terkait pembangunan jalan tambang dan aktivitas pelabuhan di kawasan tersebut.

Kondisi ini membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser belum dapat menghitung secara optimal potensi penerimaan daerah yang bisa diperoleh dari aktivitas investasi tersebut.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Paser, Toto Ifrianto, mengatakan sejumlah kewenangan perizinan kegiatan tersebut berada di pemerintah pusat. Karena itu, pemerintah daerah belum memiliki informasi lengkap mengenai legalitas dan izin operasionalnya.

“Daerah pada prinsipnya ingin mengetahui kejelasan investasinya, termasuk legalitas kegiatan yang berlangsung. Kalau perizinannya jelas, tentu kami bisa menghitung dampaknya terhadap daerah,” kata Toto saat ditemui di Paser, Rabu (7/10/2026)

Salah satu investasi yang menjadi perhatian adalah pembangunan jalan tambang yang menghubungkan wilayah Kalimantan Selatan menuju Kerang. Dengan skala pembangunan yang cukup besar, nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai miliaran hingga triliunan rupiah.

“Dari skala pembangunannya saja sudah terlihat bahwa nilai investasinya tidak kecil. Kalau seluruh tahapan terealisasi, nilainya sangat mungkin mencapai triliunan rupiah,” ujarnya.

Selain jalan tambang, keberadaan pelabuhan di Kerang juga menjadi perhatian DPMPTSP Paser. Pelabuhan tersebut diketahui berkaitan dengan investor Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal dengan Haji Isam.

Menurut Toto, pemerintah daerah telah berupaya meminta penjelasan kepada pihak pengembang. Surat terkait keberadaan dan perizinan pelabuhan tersebut telah disampaikan, tetapi hingga kini belum memperoleh jawaban resmi.

“Kami sudah meminta penjelasan melalui surat. Sampai sekarang belum ada respons resmi yang kami terima,” ungkapnya.

Bagi pemerintah daerah, kejelasan legalitas menjadi penting bukan hanya dari sisi pengawasan, tetapi juga berkaitan dengan potensi penerimaan daerah. Jika kegiatan usaha tersebut telah memenuhi seluruh ketentuan perizinan, pemerintah daerah dapat mengetahui kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan kepada daerah.

Toto menyebut kondisi saat ini membuat pemerintah kabupaten memiliki ruang terbatas untuk melakukan pengawasan secara langsung terhadap kegiatan investasi yang berlangsung.

“Kami tentu ingin setiap aktivitas usaha yang ada di daerah dapat terdata dengan baik. Jangan sampai kegiatannya berjalan, tetapi pemerintah daerah justru tidak memiliki data dan informasi yang memadai,” tegasnya.

Persoalan investasi di Paser tidak hanya berkaitan dengan proyek berskala besar di Kerang. DPMPTSP juga menghadapi persoalan dalam pencatatan dan pelaporan investasi perusahaan. Untuk 2025, pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menetapkan target investasi Kabupaten Paser sebesar Rp5 triliun. Sementara target yang dipatok pemerintah daerah berada di kisaran Rp3,2 triliun. Namun, target tersebut belum berhasil dicapai. Realisasi investasi Paser pada 2025 tercatat hanya sekitar Rp2 triliun lebih.

“Kalau mengacu pada target dari pusat, memang belum tercapai. Realisasi kita masih berada di kisaran Rp2 triliun lebih,” kata Toto.

Ia menjelaskan, rendahnya capaian tersebut tidak serta-merta menunjukkan minimnya aktivitas ekonomi di Paser. Sebab, terdapat perbedaan karakter investasi yang berkembang di daerah dengan investasi yang menjadi basis penghitungan pemerintah pusat.

Pertumbuhan jumlah pelaku usaha di Paser, kata dia, justru cukup signifikan. Demikian pula dengan penyerapan tenaga kerja. Hanya saja, sebagian besar pertumbuhan tersebut berasal dari sektor UMKM yang nilai investasinya relatif lebih kecil dibandingkan usaha berskala besar.

“Jumlah pelaku usaha dan tenaga kerja memang bertambah. Persoalannya, pertumbuhan itu banyak berasal dari UMKM sehingga nilai investasinya tidak sebesar perusahaan besar yang menjadi basis penghitungan pusat,” jelasnya.

Masalah lain yang turut memengaruhi akurasi data investasi adalah kepatuhan perusahaan dalam menyampaikan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM).

Toto mengungkapkan, masih terdapat perusahaan yang belum tertib melaporkan kegiatan investasinya. Bahkan, terdapat perusahaan yang menyampaikan laporan nihil investasi, tetapi laporan tersebut tetap mendapatkan persetujuan.

Menurut dia, pemerintah kabupaten tidak memiliki kewenangan untuk menentukan apakah LKPM tersebut dapat diterima atau ditolak karena kewenangan tersebut berada di pemerintah pusat.

“Posisi kami di daerah lebih banyak menerima data yang sudah diproses. Kami tidak memiliki kewenangan untuk mengesahkan atau menolak LKPM,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi akurasi data investasi daerah. Sebab, laporan yang masuk belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Karena itu, DPMPTSP Paser berharap pengawasan terhadap perusahaan yang menyampaikan laporan nihil dapat diperkuat dengan melibatkan pemerintah daerah.

“Kalau perusahaan memang tidak beroperasi, tentu harus bisa diverifikasi. Begitu juga kalau perusahaan beroperasi tetapi laporannya tidak sesuai kondisi sebenarnya, harus ada penertiban,” ujar Toto.

Meski demikian, DPMPTSP Paser mulai menyiapkan langkah untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan dalam pelaporan investasi. Salah satunya dengan mendatangi perusahaan secara langsung.

“Kami akan melakukan pendekatan langsung kepada perusahaan. Satu per satu akan kami dorong agar tertib melaporkan kegiatan investasinya,” ucapnya.

Upaya tersebut masih terkendala keterbatasan SDM di DPMPTSP Paser. Namun, pemerintah daerah memastikan pembenahan data investasi dan pengawasan perusahaan tetap menjadi perhatian.

“SDM memang menjadi salah satu kendala kami. Tetapi kami akan terus berupaya agar data investasi benar-benar menggambarkan kondisi di lapangan dan pada akhirnya memberikan manfaat bagi daerah,” pungkas Toto.(Jay)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Paser AKBP Sofyan Siap Jadikan Bhayangkara Warrior Agenda Tahunan

    Kapolres Paser AKBP Sofyan Siap Jadikan Bhayangkara Warrior Agenda Tahunan

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Ribuan masyarakat memadati Lapangan Pemuda, Desa Batu Kajang, Kecamatan Batu Sopang, Kamis (16/7/2026) malam, untuk menyaksikan partai final Bhayangkara Warrior Kapolres Paser Cup 2026. Tingginya antusiasme warga menjadi penutup semarak rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Kabupaten Paser. Kapolres Paser AKBP Sofyan mengatakan, Bhayangkara Warrior merupakan puncak seluruh rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara yang […]

  • Bupati Fahmi Resmikan IPA Segendang, Akses Air Bersih Warga Kian Terjamin

    Bupati Fahmi Resmikan IPA Segendang, Akses Air Bersih Warga Kian Terjamin

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Akses air bersih yang selama ini menjadi harapan warga Desa Segendang, Kecamatan Batu Engau, kini mulai terwujud. Pemerintah Kabupaten Paser resmi mengoperasikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dibangun untuk memperluas layanan air minum sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedesaan. Peresmian fasilitas tersebut dilakukan Bupati Paser dr. Fahmi Fadli, Rabu (29/7/2026), ditandai […]

  • Bupati PPU Dorong Desa Bangun Usaha Bersama untuk Tingkatkan Kemandirian

    Bupati PPU Dorong Desa Bangun Usaha Bersama untuk Tingkatkan Kemandirian

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com-Pemerintah desa di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) diminta mulai memperkuat kolaborasi ekonomi melalui pengembangan usaha bersama berbasis potensi wilayah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap anggaran pemerintah di tengah keterbatasan fiskal. Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan desa perlu mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dengan membangun kerja sama antardesa yang mempunyai potensi […]

  • Ancaman PHK Bayangi Industri Tambang Kaltim, Disnakertrans Tekankan Dialog Pekerja dan Perusahaan

    Ancaman PHK Bayangi Industri Tambang Kaltim, Disnakertrans Tekankan Dialog Pekerja dan Perusahaan

    • 0Komentar

    KALTIM, kaltimupdatenews.com-Tekanan terhadap industri pertambangan di Kalimantan Timur mulai memunculkan kekhawatiran baru di sektor ketenagakerjaan. Perlambatan aktivitas usaha dan kebijakan efisiensi yang dilakukan sejumlah perusahaan disebut berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap tenaga kerja di sektor tambang. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan Timur, Rozani Erawadi, meminta perusahaan tidak terburu-buru mengambil langkah […]

  • Vokasinergy Kideco Jadi Gerbang 50 Pemuda Paser Menuju Dunia Industri

    Vokasinergy Kideco Jadi Gerbang 50 Pemuda Paser Menuju Dunia Industri

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Sebanyak 50 generasi muda Kabupaten Paser memulai langkah menuju dunia industri melalui Program Vokasinergy Kideco 2026. Selama enam bulan ke depan, mereka akan mengikuti pemagangan Basic Mechanic Workshop yang memadukan pelatihan teknis, pembentukan karakter, hingga pengalaman kerja langsung di perusahaan-perusahaan mitra PT Kideco Jaya Agung (Kideco). Program yang merupakan bagian dari Program Pemberdayaan […]

  • Rutan Tanah Grogot Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Imipas RI

    Rutan Tanah Grogot Raih Penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Imipas RI

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.con-Komitmen peningkatan kualitas layanan publik yang dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot kembali membuahkan hasil. Satuan kerja pemasyarakatan tersebut berhasil meraih Piagam Penghargaan Pelayanan Publik dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia. Penghargaan diserahkan dalam kegiatan Pemberian Apresiasi dan Penyerahan Piagam Penghargaan Pelayanan Publik Ombudsman Republik Indonesia yang digelar oleh […]

expand_less