Resmikan Dua Jembatan, Bupati Fahmi: Pelosok Desa Berhak Menikmati Pembangunan
- calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
- print Cetak

Foto:Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli saat meresmikan Jembatan penghubung antar desa yang berada di Kecamatan Muara Komam (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Pemerintah Kabupaten Paser kembali memperkuat konektivitas wilayah pedesaan dengan meresmikan Jembatan Gantung Desa Prayon dan Jembatan Rangka Baja Sei Katas di Desa Swan Slutung, Kecamatan Muara Komam. Kehadiran dua jembatan tersebut diharapkan menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok.
Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, mengatakan pembangunan infrastruktur di daerahnya tidak boleh hanya terpusat di kawasan perkotaan. Menurutnya, seluruh masyarakat, termasuk yang tinggal di desa terpencil, memiliki hak yang sama untuk menikmati fasilitas publik yang layak.
“Pembangunan harus dirasakan seluruh masyarakat. Tidak boleh ada desa yang tertinggal hanya karena letaknya jauh dari pusat pemerintahan. Selama ada masyarakat yang tinggal di sana, pemerintah wajib hadir melalui pembangunan,” ujar Fahmi saat meresmikan kedua jembatan tersebut, Senin (29/6/2026)
Fahmi menilai infrastruktur merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena menjadi penunjang mobilitas, distribusi hasil produksi, hingga pertumbuhan ekonomi desa.
Meski pemerintah saat ini menghadapi tantangan berupa kebijakan efisiensi anggaran, ia memastikan pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Paser.

“Kondisi fiskal memang menuntut kita lebih cermat mengelola anggaran. Namun itu bukan alasan untuk menghentikan pembangunan. Justru kami terus mencari strategi agar pembangunan jalan dan jembatan tetap berjalan, terutama di wilayah pedesaan,” katanya.
Salah satu infrastruktur yang diresmikan adalah Jembatan Gantung Desa Prayon yang dibangun melalui anggaran tahun 2024 dan 2025 dengan nilai Rp6,19 miliar. Jembatan sepanjang 80 meter dan lebar tiga meter tersebut menggantikan jembatan lama yang hanya memiliki lebar 1,2 meter.
Menurut Fahmi, keberadaan jembatan baru akan sangat membantu masyarakat yang selama ini mengandalkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai sumber mata pencaharian.
“Selama ini masyarakat kesulitan mengangkut hasil panen karena akses yang terbatas. Dengan jembatan baru ini, aktivitas menuju kebun menjadi lebih aman, lebih cepat, dan biaya angkut juga bisa ditekan,” ungkapnya.
Sebanyak 112 kepala keluarga atau sekitar 305 jiwa di Desa Prayon diperkirakan akan merasakan manfaat langsung dari pembangunan tersebut.
Selain jembatan, pemerintah daerah juga terus meningkatkan kualitas jalan menuju desa. Hingga kini sekitar 85 persen jalan poros Desa Prayon telah dibangun menggunakan rigid beton, sementara sisa sekitar 1,7 kilometer masih akan dilanjutkan pembangunannya, termasuk jalan usaha tani.

Pada kesempatan yang sama, Fahmi juga meresmikan Jembatan Rangka Baja Sei Katas di Desa Swan Slutung. Jembatan permanen dengan bentang 60 meter dan lebar enam meter itu dibangun menggunakan anggaran Rp15,1 miliar dan selesai pada akhir 2025. Keberadaan jembatan tersebut menjadi jembatan permanen kedua dari lima jembatan yang menghubungkan wilayah Desa Swan Slutung.
“Saya mengapresiasi masyarakat Swan Slutung yang selama bertahun-tahun tetap bergotong royong menjaga jembatan lama. Kesabaran masyarakat akhirnya terbayar dengan berdirinya jembatan permanen yang jauh lebih aman dan kuat,” kata Fahmi.
Ia berharap jembatan baru mampu menunjang aktivitas sekitar 209 kepala keluarga atau 608 jiwa penduduk Desa Swan Slutung, yang sebagian besar bekerja di sektor perkebunan karet dan kelapa sawit.
Fahmi juga memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Paser terus mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalan di Kecamatan Muara Komam. Sepanjang 2025 telah dilaksanakan sejumlah proyek peningkatan jalan, di antaranya ruas Muara Komam–Muara Kuaro–Muara Payang, Long Sayo–Swan Slutung, Muara Payang–Lusan, hingga Muara Payang–Long Sayo yang bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.
Program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026 melalui peningkatan ruas Jalan Muara Payang–Long Sayo. Menurut Fahmi, percepatan pembangunan tidak dapat sepenuhnya bergantung pada APBD. Karena itu, pemerintah daerah juga mendorong keterlibatan perusahaan melalui program tanggung jawab sosial (CSR).
“Kalau pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha bisa berjalan bersama, saya optimistis target menuntaskan pembangunan jalan hingga pelosok Kabupaten Paser pada 2027 dapat kita capai,” pungkasnya (Jay)
- Penulis: Editor






Saat ini belum ada komentar