Tebing Longsor Mengintai Masjid Nurul Iman, Jamaah Atang Pait Waswas Jelang Ramadan
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
- print Cetak

Foto : Tebing di sisi masjid yang longsor sejak akhir 2025 membuat jamaah Masjid was was (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com -Setiap kali hujan turun, kekhawatiran menyelimuti jamaah Masjid Nurul Iman, Desa Atang Pait, Kecamatan Long Ikis. Tebing di sisi masjid yang longsor sejak akhir 2025 kini membuat sebagian pondasi bangunan menggantung, menyisakan ancaman keselamatan bagi warga yang datang beribadah.
Lokasi longsor berada persis di tepi jalan nasional yang melintasi wilayah tersebut. Meski tidak sampai memutus akses jalan, kedekatannya dengan bangunan masjid memicu keresahan masyarakat, terutama menjelang Ramadan ketika aktivitas ibadah dipastikan meningkat.
Keluhan warga itu mencuat saat anggota DPRD Kabupaten Paser dari Daerah Pemilihan Longkali–Long Ikis, Andi M. Rizal Ashari, melakukan reses di Desa Atang Pait, pekan lalu. Warga berharap ada penanganan segera sebelum kondisi memburuk.
Menanggapi hal tersebut, Andi M. Rizal Ashari menilai persoalan longsor tidak bisa ditunda. Ia menyebut keselamatan jamaah harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
“Posisinya sangat dekat dengan masjid. Kalau dibiarkan, risikonya besar bagi masyarakat yang beribadah,” ujar Andi, Rabu (4/2/2026)
Menurutnya, sempat ada rencana agar penanganan dilakukan oleh Balai Jalan Nasional mengingat lokasi longsor berada di sekitar ruas jalan nasional. Namun setelah dilakukan penilaian teknis, tanggung jawab penanganan dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten Paser.
“Karena longsoran tidak berdampak langsung pada badan jalan nasional, penanganannya diserahkan ke daerah. Pertimbangan efisiensi anggaran juga menjadi faktor,” katanya.
Hasil estimasi teknis menunjukkan kebutuhan anggaran penanganan berada pada kisaran Rp900 juta hingga Rp1 miliar. Nilai tersebut dinilai cukup besar untuk ditangani secara cepat melalui skema anggaran rutin.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Paser tengah mempertimbangkan penggunaan anggaran tanggap darurat. Namun skema tersebut memiliki keterbatasan karena tidak dirancang untuk membiayai penanganan besar pada satu lokasi.
“Anggaran darurat tidak bisa difokuskan penuh di satu titik. Meski begitu, Dinas PUTR sudah turun ke lapangan untuk menyiapkan langkah penanganan sementara,” ungkap Andi.
Ia menegaskan perlunya keputusan cepat dari pemerintah daerah agar ancaman longsor tidak berlarut-larut dan membahayakan warga.
“Jangan sampai rumah ibadah justru menjadi tempat yang tidak aman. Keselamatan masyarakat harus diutamakan, apalagi menjelang Ramadan,” tegasnya.(*Rbn)
- Penulis: admin



Saat ini belum ada komentar