Sinergi Pemkab dan Aparat Diperkuat, Pengamanan Ramadan di PPU Fokus Pencegahan Dini
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- print Cetak

Foto : Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memastikan kesiapan pengamanan selama Ramadan dengan memperkuat koordinasi bersama TNI dan Polri. (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PPU, kaltimupdatenews.com-Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara memastikan kesiapan pengamanan selama Ramadan dengan memperkuat koordinasi bersama TNI dan Polri. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pada bulan puasa.
Komitmen tersebut disampaikan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setkab PPU, Ainie, usai mengikuti apel siaga pengamanan di halaman Polres Penajam Paser Utara, Rabu (25/2/2026).
Menurut Ainie, peran pemerintah daerah tidak hanya sebatas dukungan administratif, tetapi juga keterlibatan langsung dalam langkah-langkah teknis di lapangan. Ia menilai pengamanan Ramadan memerlukan koordinasi intensif karena adanya lonjakan aktivitas warga, terutama menjelang waktu berbuka puasa, selepas tarawih, hingga dini hari.
“Sinergi ini penting agar potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal. Pemkab siap mendukung penuh langkah pengamanan,” ujarnya.
Selain pengamanan, pemerintah daerah juga memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal selama Ramadan. Penyesuaian jam kerja, lanjutnya, tidak akan mengurangi kualitas layanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kapolres PPU AKBP Andreas Alek Danantara menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam pelaksanaan tugas. Ia meminta seluruh personel mengutamakan tindakan preventif guna mencegah potensi gangguan keamanan.
Patroli rutin akan ditingkatkan pada jam-jam rawan, khususnya saat sahur dan berbuka puasa. Aparat juga memberi perhatian pada potensi balap liar, tawuran remaja, serta tindak kriminalitas yang kerap meningkat selama Ramadan.
“Kami mengedepankan langkah preventif dan humanis. Kehadiran polisi harus memberi rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Pengawasan di kawasan pusat keramaian dan jalur lalu lintas padat turut diperketat guna mengantisipasi kemacetan serta menjaga ketertiban umum. Kepolisian juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Andreas menegaskan, keamanan wilayah bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan memerlukan partisipasi aktif warga.
Dengan kolaborasi terpadu antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri, Ramadan di PPU diharapkan berlangsung aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang serta beraktivitas tanpa gangguan berarti.(rbn)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar