Sektor Perhotelan Paser Terancam Lesu, Okupansi Terus Menurun
- calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
- print Cetak

Foto: Kebijakan efisiensi belanja pemerintah berdampak pada berkurangnya tingkat hunian dan aktivitas perhotelan, terlihat dari suasana lobi yang relatif sepi (Jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Kebijakan efisiensi anggaran pemerintah mulai berdampak signifikan terhadap industri perhotelan di Kabupaten Paser. Berkurangnya kegiatan rapat, pelatihan, dan perjalanan dinas menyebabkan tingkat hunian hotel menurun, sementara biaya operasional terus mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut memaksa pelaku usaha perhotelan mengubah fokus bisnis dari ekspansi dan pertumbuhan menjadi strategi mempertahankan usaha di tengah perlambatan pasar.
General Manager Hotel Kyriad Sadurengas Paser, Alle Mahrus, mengungkapkan sektor perhotelan saat ini sedang menghadapi tekanan yang tidak ringan. Menurutnya, penurunan okupansi terjadi bersamaan dengan meningkatnya berbagai komponen biaya operasional yang harus ditanggung perusahaan.

“Situasi yang kami hadapi saat ini cukup berat. Permintaan kamar menurun, tetapi biaya operasional justru terus meningkat sehingga perusahaan harus melakukan berbagai langkah penyesuaian,” katanya, Kamis (25/6/2026)
Ia menjelaskan, selama ini aktivitas pemerintahan masih menjadi salah satu penopang utama bisnis perhotelan di daerah. Karena itu, ketika anggaran untuk rapat dan perjalanan dinas dipangkas, dampaknya langsung dirasakan oleh hotel-hotel yang selama ini mengandalkan kegiatan tersebut.
Tidak hanya terjadi penurunan pemesanan, sejumlah agenda yang sebelumnya telah dijadwalkan juga dibatalkan. Menurut Alle, beberapa instansi yang telah melakukan reservasi terpaksa menarik kembali pemesanan karena adanya penyesuaian anggaran.
“Beberapa kegiatan yang sudah terjadwal akhirnya dibatalkan. Tentu kondisi ini berpengaruh terhadap pendapatan hotel karena kami kehilangan potensi pasar yang sebelumnya sudah pasti,” ujarnya.

Untuk menjaga keberlangsungan usaha, pelaku industri hotel kini berupaya memperluas pasar di luar segmen pemerintah. Berbagai langkah efisiensi juga dilakukan, mulai dari pengendalian biaya operasional hingga penyesuaian kebutuhan tenaga kerja.
Selain mencari sumber pasar baru, pihak hotel juga berupaya memaksimalkan potensi pelanggan dari sektor swasta, pelaku usaha, maupun masyarakat umum guna menjaga tingkat hunian tetap stabil.
“Kami terus melakukan berbagai penyesuaian agar operasional tetap berjalan. Namun apabila kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, tentu akan menjadi tantangan serius bagi industri perhotelan,” ungkapnya.
Alle menilai industri perhotelan tidak hanya berperan sebagai penyedia akomodasi, tetapi juga memiliki kontribusi terhadap pendapatan daerah melalui pajak hotel. Selain itu, aktivitas hotel turut menggerakkan sektor ekonomi lainnya seperti kuliner, transportasi, hingga usaha jasa pendukung.
Karena itu, ia berharap pemerintah dapat menyiapkan kebijakan yang mampu menjaga keberlangsungan sektor perhotelan agar tetap bertahan dan terus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
“Harapan kami ada dukungan kebijakan yang dapat membantu industri perhotelan melewati masa sulit ini sehingga roda ekonomi daerah tetap bergerak,” harapnya (Jay)
- Penulis: Editor






Saat ini belum ada komentar