Puluhan Siswa SDN 008 Waru Diduga Keracunan Puding MBG
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- print Cetak

Foto: Para siswa yang dilakukan perawatan di Puskesmas Waru, yang diduga keracunan puding MBG(SIR/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PPU, kaltimupdatenews.com-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tercoreng insiden dugaan keracunan yang menimpa 24 siswa SD Negeri 008 Waru, Rabu (11/2/2026). Para pelajar tersebut mengalami keluhan kesehatan usai menyantap hidangan yang dibagikan di sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejala mulai dirasakan siswa tidak lama setelah jam makan. Keluhan yang muncul antara lain mual, muntah, pusing, sakit perut, dan tubuh terasa lemas. Sebagian siswa bahkan harus mendapatkan cairan infus karena kondisi fisik yang menurun.
Kepala UPT Puskesmas Waru, Rohani, membenarkan adanya puluhan siswa yang datang untuk mendapatkan penanganan medis. Pihaknya menerima laporan awal dari petugas kesehatan lingkungan (Kesling) terkait kejadian tersebut.
“Mayoritas mengalami muntah dan mual, disertai sakit perut. Kami lakukan pemeriksaan dan observasi. Jika kondisinya lemas, kami pasang infus. Selebihnya diberikan obat sesuai gejala,” jelas Rohani.
Menurut keterangan sejumlah siswa, menu MBG yang disajikan hari itu terdiri atas nasi, sayur, tahu, dan puding sebagai pencuci mulut. Dugaan sementara mengarah pada puding yang dikonsumsi para siswa.
Hasnah, wali murid kelas VI, menuturkan anaknya langsung muntah setelah menyantap puding tersebut. Ia memastikan anaknya tidak memiliki riwayat alergi maupun penyakit tertentu.
“Anak saya bilang rasa pudingnya aneh, seperti tidak segar. Habis makan itu langsung muntah dan lemas,” katanya saat ditemui di Puskesmas Waru.
Keterangan serupa disampaikan Maryam, wali murid lainnya. Anaknya mengeluhkan pusing berat hingga hampir kehilangan kesadaran.
“Awalnya pusing, kemudian lemas. Untungnya masih bisa dibawa ke Puskesmas. Hanya diberi obat karena tidak terlalu parah,” ujarnya.
Sejumlah siswa juga menyatakan tidak mengonsumsi makanan lain sebelum menyantap menu MBG di sekolah. Hal ini memperkuat dugaan bahwa keluhan muncul setelah mengonsumsi hidangan yang dibagikan pada hari itu.
Dokter Umum Puskesmas Waru, dr Dian, mengatakan pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kejadian tersebut. Fokus utama tenaga medis saat ini adalah memastikan kondisi para siswa stabil.
“Kami menangani berdasarkan keluhan klinis. Untuk memastikan sumber penyebabnya, perlu pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut,” katanya.
Pantauan di SDN 008 Waru menunjukkan aktivitas sekolah relatif lengang. Beberapa siswa tidak mengikuti kegiatan belajar karena masih menjalani perawatan atau dipulangkan untuk beristirahat.
Sementara itu, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Waru yang bertanggung jawab atas distribusi MBG belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada Ketua SPPG Waru hingga berita ini diterbitkan belum membuahkan hasil.
Peristiwa ini menjadi perhatian orang tua dan masyarakat setempat. Evaluasi menyeluruh terhadap proses penyediaan dan distribusi makanan dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.(Sir)
- Penulis: Fendialvaro



Saat ini belum ada komentar