Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » PKB Kaltim Putus Koalisi Lama, Pilgub 2030 Tanpa Rudy–Seno

PKB Kaltim Putus Koalisi Lama, Pilgub 2030 Tanpa Rudy–Seno

  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAMARINDA-Dewan Pimpinan Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Timur resmi menyatakan tidak akan kembali mendukung pasangan Rudy Mas’ud–Seno Aji pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2030 mendatang.

Keputusan tersebut ditegaskan Ketua DPW PKB Kaltim, Syafruddin, Selasa (3/3/2026). Ia menyebut langkah itu merupakan hasil evaluasi menyeluruh partai pasca kontestasi politik sebelumnya, sekaligus respons atas dinamika yang berkembang di Kalimantan Timur.

“Ini keputusan politik yang diambil setelah mendengar aspirasi kader dan konstituen. Untuk Pilgub 2030, PKB memastikan tidak lagi mengusung Rudy Mas’ud–Seno Aji,” ujar Syafruddin.

Menurut dia, perubahan arah dukungan merupakan hal lumrah dalam politik. Setiap periode pemilihan kepala daerah, kata dia, selalu menjadi ruang evaluasi terhadap efektivitas koalisi dan kontribusi dukungan yang telah diberikan.

“Partai harus adaptif. Sikap politik bisa berubah sesuai kebutuhan strategis dan visi perjuangan ke depan,” tegas anggota Komisi XII DPR RI tersebut.

Pada Pilgub sebelumnya, PKB tergabung dalam barisan koalisi besar yang mendukung pasangan Rudy–Seno bersama 11 partai lainnya. Namun kali ini, partai berlambang bola dunia itu memilih menyiapkan poros baru.

Syafruddin memastikan keputusan tersebut tidak dilandasi persoalan personal. Ia menampik adanya friksi politik dengan pasangan yang pernah didukungnya.

“Tidak ada sentimen pribadi. Ini murni pertimbangan politik dan strategi partai,” katanya.

Lebih jauh, PKB Kaltim disebut telah menyiapkan kader internal sebagai alternatif calon. Figur tersebut, menurut Syafruddin, memiliki pengalaman eksekutif dan dinilai siap melanjutkan kepemimpinan daerah.

“Kami ingin menghadirkan calon yang benar-benar mampu menjawab tantangan pembangunan Kaltim ke depan. Soal nama, tunggu waktunya,” ujarnya.

Pernyataan ini menandai dimulainya manuver politik lebih dini menuju Pilgub 2030. Sikap PKB diperkirakan akan memengaruhi konfigurasi koalisi dan membuka peluang terbentuknya poros-poros baru dalam peta politik Benua Etam.(rbn)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less