Jam Terbang Jadi Target Utama Tim Porprov Paser di PITTC 2026
- calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
- print Cetak

Foto: Atlet PTMSI Paser berhasil menyumbangkan satu medali perak melalui Jazzle di nomor tunggal putra U-16. (Jay/kaltimupdatenews)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltimupdatenews.com-Bagi tim tenis meja Kabupaten Paser, Paser International Table Tennis Championship (PITTC) 2026 bukan sekadar ajang berburu prestasi. Turnamen bertaraf internasional tersebut justru dimanfaatkan sebagai wadah menempa mental dan memperkaya pengalaman bertanding atlet yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur VIII.
Seluruh atlet yang masuk dalam skuad Porprov Paser mulai turun bertanding di GOR Sadurengas, Desa Tapis, Kecamatan Tanah Grogot, Kamis (23/7/2026). Mereka berkesempatan mengukur kemampuan menghadapi lawan-lawan berkelas, mulai dari atlet Pelatnas PB PTMSI, klub-klub elite nasional, hingga petenis meja dari enam negara, yakni Malaysia, Filipina, Kamboja, India, Jepang, dan Korea Selatan.
Kepala Pelatih Tenis Meja Paser, Deddy da Costa, mengatakan kesempatan menghadapi pemain dengan kualitas tinggi merupakan bagian penting dari proses pembinaan atlet. Menurutnya, pengalaman bertanding di level tersebut akan menjadi modal berharga saat berlaga pada Porprov mendatang.
“Turnamen ini menjadi uji coba yang sangat baik bagi atlet Porprov Paser. Mereka mendapatkan kesempatan bertanding dengan pemain-pemain yang kualitasnya sudah terbukti, sehingga bisa menambah jam terbang sekaligus mengukur kemampuan sendiri,” katanya.

Ia menilai kemampuan teknik atlet Paser sejatinya tidak terpaut jauh dari para pesaing. Namun, intensitas mengikuti turnamen menjadi faktor yang masih membedakan, terutama dalam hal kematangan mental saat menghadapi pertandingan-pertandingan penting.
Hal itu terlihat pada penampilan atlet Paser di kelompok umur U-13 dan U-16. Meski mampu memberikan perlawanan, mereka belum mampu mengamankan kemenangan karena lawan memiliki pengalaman kompetisi yang lebih banyak.
“Kalau dilihat dari kemampuan, sebenarnya tidak jauh berbeda. Hanya saja mereka lebih sering mengikuti turnamen dan meraih prestasi. Itu yang membuat mental dan pengalaman mereka lebih matang,” ujarnya.
Persaingan di kategori U-16 juga berlangsung sengit. Sejumlah atlet Pelatnas PB PTMSI dan tim Onic Jakarta yang dikenal sebagai salah satu kekuatan tenis meja nasional turut ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Meski belum berhasil meraih gelar juara pada sejumlah agenda uji tanding sebelumnya, Deddy melihat perkembangan anak asuhnya terus menunjukkan peningkatan. Program try out yang dijalankan dinilai mulai berdampak terhadap kualitas permainan para atlet.
“Progres anak-anak sudah mulai terlihat. Memang di beberapa try out sebelumnya kami belum berhasil menjadi juara, tetapi peningkatan kemampuan mereka cukup signifikan,” ungkapnya.
Karena itu, PTMSI Paser tidak membebankan target medali pada PITTC 2026. Fokus utama tim adalah memanfaatkan setiap pertandingan sebagai bahan evaluasi sekaligus memperkaya pengalaman sebelum menghadapi Porprov Kaltim VIII.
“Saya hanya ingin mereka bermain lepas dan mengeluarkan kemampuan terbaik. Yang paling penting adalah pengalaman dan evaluasi dari setiap pertandingan. Target utama kami tetap meraih hasil maksimal di Porprov nanti,” tuturnya.
Sementara itu, pada hari ketiga PITTC 2026, kontingen PTMSI Paser berhasil membawa pulang satu medali perak melalui Jazzle di nomor tunggal putra U-16. Medali emas diraih Jibril dari Onic Jakarta, sedangkan medali perunggu bersama menjadi milik M Okta (Onic Jakarta) dan Farel dari PB Pelatnas.
Pada nomor tunggal putri U-16, Amanda dari PB Pelatnas keluar sebagai juara. Atlet Malaysia, Lim Zi Xuan, meraih medali perak, sedangkan Rifda dan Claudia dari Onic Jakarta berbagi medali perunggu. Prestasi tersebut menjadi salah satu catatan positif sekaligus bahan evaluasi bagi tim Paser dalam mematangkan persiapan menuju Porprov VIII Kalimantan Timur.(Jay)
- Penulis: Editor






Saat ini belum ada komentar