Tambang Masih Jadi Andalan Pencari Kerja, PHK di Kukar Tembus 2.200 Orang
- calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
- print Cetak

Foto: Job Fair Kukar tahun 2026 di Gedung PKM Tenggarong Seberang. (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KUKAR, kaltimupdatenews.com-Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masih terjadi di sektor pertambangan belum mengurangi daya tarik industri tersebut di mata pencari kerja. Kondisi itu terlihat dalam pelaksanaan Bursa Kerja (Job Fair) Program Kukar Idaman Terbaik 2026 di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Tenggarong Seberang, Selasa (14/7/2026), di mana perusahaan tambang kembali mendominasi penyedia lowongan sekaligus menjadi tujuan utama para pelamar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutai Kartanegara, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan minat masyarakat terhadap sektor pertambangan masih sangat tinggi meski industri tersebut tengah menghadapi tekanan akibat penurunan aktivitas produksi.
“Peminat di sektor pertambangan masih mendominasi. Dari 20 perusahaan yang mengikuti Job Fair tahun ini, lima perusahaan berasal dari sektor pertambangan dan menjadi yang paling banyak menerima lamaran,” kata Dendy, Jumat (17/7/2026)
Pada Job Fair tahun ini, sebanyak 20 perusahaan membuka sekitar 370 lowongan kerja dari berbagai bidang, antara lain pertambangan, perkebunan, jasa penyedia tenaga kerja, ritel, pembiayaan, telekomunikasi, penyedia makanan, hingga penjualan kendaraan.
Dari proses seleksi administrasi, sebanyak 196 pelamar dinyatakan memenuhi syarat dan mengikuti tahapan walking interview yang dilaksanakan selama dua hari.
Menurut Dendy, hasil seleksi wawancara dijadwalkan diumumkan pada Rabu (15/7/2026) setelah proses cut off. Sebagian besar peserta yang lolos wawancara diperkirakan akan langsung memperoleh peluang bekerja.
“Hasil wawancara akan kami umumkan setelah penutupan seleksi. Sekitar 80 persen peserta yang dinyatakan lolos memiliki peluang untuk direkrut, walaupun beberapa perusahaan masih melanjutkan tahapan tes maupun pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.
Ia menilai, tantangan terbesar pencari kerja saat ini adalah minimnya pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, mengingat mayoritas peserta merupakan lulusan baru.
“Sebagian besar peserta merupakan fresh graduate sehingga pengalaman kerja mereka masih terbatas. Karena itu, kompetensi yang dimiliki belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” jelasnya.
Distransnaker Kukar berencana memetakan peserta yang belum berhasil memperoleh pekerjaan untuk mengikuti program pelatihan kompetensi pada 2027 agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Di tengah tingginya kebutuhan tenaga kerja, sektor pertambangan di Kukar masih dibayangi tingginya angka PHK. Hingga pertengahan 2026, Distransnaker mencatat sekitar 2.200 pekerja telah kehilangan pekerjaan.
Meski demikian, pemerintah daerah optimistis kondisi tersebut dapat membaik setelah adanya relaksasi peninjauan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang diterbitkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Kami berharap relaksasi RKAB yang mulai diberlakukan pada Juli dapat mendorong perusahaan kembali meningkatkan produksi sehingga pekerja yang terdampak PHK memiliki peluang untuk dipanggil bekerja kembali,” tutur Dendy.
Optimisme terhadap meningkatnya kebutuhan tenaga kerja juga ditunjukkan PT Antarjamada Makmur (BPA Group/Bayan Group) yang untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam Job Fair Kukar.
Perwakilan HCGA PT Antarjamada Makmur, Udin, mengatakan perusahaan sedang memperkuat kebutuhan tenaga mekanik alat berat untuk mendukung operasional di wilayah kerja Bayan Group.
“Kami membuka kesempatan bagi mekanik alat berat, meliputi mekanik truck, mekanik wheel, dan mekanik support. Selama pelamar memenuhi kualifikasi, peluang untuk bergabung tetap terbuka,” katanya.
Udin menegaskan perusahaan mengutamakan tenaga kerja lokal sesuai ketentuan pemerintah daerah, namun tetap membuka kesempatan bagi pelamar dari luar Kutai Kartanegara apabila memenuhi standar kompetensi yang dibutuhkan.
Pada hari pertama pelaksanaan Job Fair, sekitar 60 pelamar mengikuti proses wawancara awal dan verifikasi dokumen di stan perusahaan tersebut.
“Kami tidak menetapkan batas kuota. Selama kebutuhan perusahaan masih ada dan pelamar memiliki kompetensi yang sesuai, kesempatan bekerja tetap terbuka,” pungkasnya.(*rbn/jay)
- Penulis: Editor






Saat ini belum ada komentar