Anggota Komisi I DPRD Paser Zulfikar Geram! Prumdam Tirta Kandilo Dinilai Gagal Layani Warga, Rp49 Miliar Dipertanyakan
- calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
- print Cetak

Foto: Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Paser, Zulfikar Yusliskatin. (ist)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANA PASER, kaltim update news.com-Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Paser, Zulfikar Yusliskatin, melontarkan kritik keras terhadap pelayanan Prumdam Tirta Kandilo yang dinilai belum maksimal dan masih sering dikeluhkan masyarakat.
Kritik tersebut disampaikan Zulfikar dalam rapat kerja DPRD Paser bersama jajaran direksi Prumdam Tirta Kandilo pada Senin (18/5/2026). Ia menilai persoalan kebocoran pipa, lambannya penanganan gangguan distribusi air, hingga lemahnya sistem pemantauan menjadi pekerjaan rumah yang seharusnya segera dibenahi oleh perusahaan daerah tersebut.
Menurut Zulfikar, Prumdam Tirta Kandilo perlu segera melakukan modernisasi sistem pengelolaan air guna meningkatkan kualitas pelayanan publik. Ia mencontohkan sistem pengelolaan air di Kabupaten Tabalong yang dinilai telah lebih maju karena mampu mendeteksi kebocoran jaringan dan kerusakan pipa secara cepat melalui teknologi digital.
“Beberapa puluh tahun lalu mereka belajar dari kita terkait pengelolaan air. Namun hari ini, mereka sudah menerapkan modernisasi sistem. Bahkan untuk mengetahui kebocoran air atau kerusakan pipa bisa dipantau dengan cepat melalui telepon genggam,” ujar Zulfikar saat rapat kerja.
Ia mempertanyakan mengapa Prumdam Tirta Kandilo belum memanfaatkan keuntungan atau laba perusahaan untuk mempercepat transformasi sistem pelayanan, terutama dalam mendeteksi kebocoran air dan mempercepat respons terhadap gangguan distribusi.
“Kalau pola pelayanan masih seperti ini dan pertemuan terus berulang tanpa solusi, maka persoalan yang sama akan terus terjadi. Orientasi utama kita adalah pelayanan publik,” tegasnya.
Zulfikar juga menyoroti keberadaan dana perusahaan yang disebut mencapai Rp49 miliar dan dinilai belum dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan layanan masyarakat. Menurutnya, dana tersebut semestinya diarahkan untuk modernisasi sistem usaha, pembenahan jaringan distribusi, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada pelanggan.
“Untuk apa dana besar mengendap jika pelayanan publik belum maksimal? Seharusnya digunakan untuk memaksimalkan penanganan kebocoran, modernisasi sistem, dan memperbaiki kualitas layanan agar masyarakat tidak terus mengeluhkan persoalan pipa bocor maupun distribusi air,” katanya.
Selain itu, ia menyebut pengembangan fasilitas lain seperti penambahan water meter dan skema kerja sama dengan pihak lain dapat dilakukan pada tahap berikutnya apabila dibutuhkan dukungan anggaran lebih besar.
Komisi I DPRD Paser, lanjut Zulfikar, berharap manajemen Prumdam Tirta Kandilo dapat segera melakukan evaluasi menyeluruh serta mengambil langkah konkret agar persoalan pelayanan air bersih yang selama ini dikeluhkan masyarakat tidak terus berulang.(Jay)
- Penulis: Editor



Saat ini belum ada komentar