Berita Terkini
light_mode
Trending Tags
Beranda » Kaltim » APBD Kaltim 2026 Turun Tajam, Pemprov Tegaskan Beasiswa Gratispol Tetap Berjalan

APBD Kaltim 2026 Turun Tajam, Pemprov Tegaskan Beasiswa Gratispol Tetap Berjalan

  • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAMARINDA,kaltimupdatenews.com-Tekanan fiskal yang dihadapi daerah pada 2026 tidak menggoyahkan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dalam mempertahankan Program Gratispol Pendidikan. Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) mengalami penurunan signifikan, sektor pendidikan tetap ditempatkan sebagai prioritas utama pembangunan.

APBD Kalimantan Timur pada 2026 ditetapkan sebesar Rp15,15 triliun, turun dari Rp21,74 triliun pada 2025. Dengan demikian, terjadi penyusutan anggaran sekitar Rp7 triliun atau lebih dari 30 persen dibanding tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh berkurangnya dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Gubernur Rudy Mas’ud menegaskan, situasi tersebut tidak boleh menghambat investasi jangka panjang di bidang sumber daya manusia (SDM).

“APBD hampir seluruh daerah di Indonesia mengalami penurunan. Namun, kami sepakat bahwa pendidikan tidak boleh dikorbankan. Program beasiswa Gratispol tetap menjadi prioritas karena ini adalah investasi masa depan,” ujar Rudy saat memimpin morning briefing di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026).

Pada 2026, Pemprov Kaltim mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,377 triliun untuk Program Gratispol Pendidikan. Dana tersebut ditujukan bagi 158.981 penerima manfaat yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Program Gratispol difokuskan pada pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa di perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Untuk fakultas atau program studi umum, pembiayaan dilakukan secara penuh. Sementara untuk program studi dengan biaya tinggi, seperti kedokteran dan bidang kesehatan tertentu, pemerintah menyiapkan skema pembiayaan khusus agar tetap menjunjung prinsip keadilan dan pemerataan.

Pemprov memastikan mekanisme seleksi dan penyaluran beasiswa tetap mengedepankan asas transparansi dan akuntabilitas, sehingga manfaat program benar-benar dirasakan oleh mahasiswa yang memenuhi kriteria.

Wakil Gubernur Seno Aji menyatakan, keberlanjutan Gratispol merupakan bagian dari strategi pembangunan jangka panjang yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM lokal.

Foto : Morning briefing di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/2/2026). Tekanan fiskal yang dihadapi daerah pada 2026 tidak menggoyahkan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) dalam mempertahankan Program Gratispol Pendidikan.

“Kita harus menyiapkan generasi yang kompetitif. Pendidikan tinggi adalah pintu masuk untuk meningkatkan daya saing masyarakat Kaltim,” katanya.

Keberlanjutan program beasiswa ini juga dipandang strategis dalam konteks pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di wilayah Kalimantan Timur. Kehadiran IKN diproyeksikan membawa perubahan besar dalam dinamika ekonomi, sosial, dan ketenagakerjaan di daerah.

Pemprov menilai kebutuhan tenaga kerja terdidik dan profesional akan meningkat seiring percepatan pembangunan dan masuknya investasi. Tanpa kesiapan SDM lokal, masyarakat dikhawatirkan hanya menjadi penonton di tengah transformasi tersebut.

“Karena itu, pemerintah daerah menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama untuk memastikan masyarakat Kaltim memiliki kapasitas dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan, ” jelasnya.

Di tengah keterbatasan fiskal, sejumlah sektor lain disebut akan melakukan penyesuaian dan efisiensi anggaran. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku untuk program strategis yang berkaitan langsung dengan peningkatan kualitas manusia.

Pemprov berpandangan bahwa pembangunan fisik semata tanpa penguatan kapasitas manusia berisiko menimbulkan ketimpangan baru. Infrastruktur yang megah, menurut pemerintah, harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat yang mampu memanfaatkannya.

Melalui Program Gratispol, Pemprov berharap semakin banyak generasi muda Kaltim dapat melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana (S-1), magister (S-2), bahkan doktor (S-3). Pemerintah juga mendorong agar para penerima beasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi memiliki tanggung jawab moral untuk kembali berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Dengan tetap mengalokasikan anggaran besar untuk pendidikan di tengah penurunan APBD, Pemprov Kaltim menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar pos belanja daerah, melainkan fondasi pembangunan berkelanjutan dan kunci daya saing daerah di masa depan.(rbn)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Siswa SDN 008 Waru Diduga Keracunan Puding MBG

    Puluhan Siswa SDN 008 Waru Diduga Keracunan Puding MBG

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tercoreng insiden dugaan keracunan yang menimpa 24 siswa SD Negeri 008 Waru, Rabu (11/2/2026). Para pelajar tersebut mengalami keluhan kesehatan usai menyantap hidangan yang dibagikan di sekolah. Berdasarkan informasi yang dihimpun, gejala mulai dirasakan siswa tidak lama setelah jam makan. Keluhan […]

  • Pemprov Kaltim Matangkan Proyek Kawasan Tepi Sungai Samarinda, Nilai Investasi Capai Rp1,7 Triliun

    Pemprov Kaltim Matangkan Proyek Kawasan Tepi Sungai Samarinda, Nilai Investasi Capai Rp1,7 Triliun

    • 0Komentar

    SAMARINDA,Kaltimupdatenews.com- Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) tengah mematangkan rencana pembangunan kawasan ruang publik terpadu di tepian Sungai Mahakam, Kota Samarinda. Proyek berskala besar ini diproyeksikan menelan anggaran hingga Rp1,7 triliun dan dirancang menjadi pusat aktivitas baru masyarakat sekaligus pengungkit ekonomi kawasan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-Pera) Kaltim, Aji Muhammad […]

  • Pemkab PPU Musnahkan 21 Ribu Arsip Lama, Dorong Administrasi Lebih Efisien

    Pemkab PPU Musnahkan 21 Ribu Arsip Lama, Dorong Administrasi Lebih Efisien

    • 0Komentar

    PPU, kaltimupdatenews.com – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah tegas menertibkan dokumen pemerintahan dengan memusnahkan lebih dari 21 ribu arsip lama. Arsip yang dimusnahkan berasal dari periode 2005 hingga 2014 dan dinyatakan tidak lagi memiliki nilai administrasi maupun hukum. Asisten III Administrasi Umum PPU, Ainie, mengatakan, langkah ini bagian dari penataan arsip yang […]

  • Rakornas 2026 : Fahmi Tegaskan Peran Paser dalam Implementasi Asta Cita Presiden

    Rakornas 2026 : Fahmi Tegaskan Peran Paser dalam Implementasi Asta Cita Presiden

    • 0Komentar

    BOGOR, kaltimupdatenews.com – Pemerintah Kabupaten Paser menegaskan kesiapan daerah dalam mengimplementasikan program prioritas nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Paser dr. Fahmi Fadli saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2). Rakornas […]

  • Menjelang Ramadan, Harga Cabai Tiung Meroket hingga Rp90 Ribu

    Menjelang Ramadan, Harga Cabai Tiung Meroket hingga Rp90 Ribu

    • 0Komentar

    TANA PASER, kaltimupdatenews.com – Suasana Pasar Induk Penyembolum Senaken, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, berubah drastis menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Ramainya aktivitas jual-beli tampak di setiap sudut, namun di balik keramaian itu, harga kebutuhan pokok terutama cabai semakin menanjak. Cabai tiung menjadi sorotan utama. Dari harga sekitar Rp50 ribu per kilogram beberapa minggu lalu, kini […]

  • Fantastis, Tim Ahli Gubernur Kaltim Telan Rp 10,5 Miliar

    Fantastis, Tim Ahli Gubernur Kaltim Telan Rp 10,5 Miliar

    • 0Komentar

    SAMARINDA, Kaltimupdatenews.com-Rencana Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengalokasikan Rp 10,5 miliar untuk membiayai Tim Ahli Strategis Percepatan Pembangunan Gubernur pada 2026 menuai sorotan. Selain nilainya yang cukup besar, sebagian besar anggaran tersebut dialokasikan untuk honorarium puluhan anggota tim, termasuk delapan penasihat yang masing-masing menerima Rp 45 juta per bulan. Selasa, (10/3/2026) Berdasarkan dokumen Rincian Anggaran Belanja […]

expand_less